Love Your Self
Kita harus menyayangi diri sendiri lebih dari menyayangi orang lain. Menyayangi diri berarti kita harus memberikan ketenangan diri dan jauh dari tekanan yang menyakiti mental diri kita sendiri. Tekanan memang wajar datang kepada semua orang jika kita masih hidup di dunia yang serba keras dan sering menghempaskan diri kita ke jurang keterpurukan. Jika kita tidak dapat menangani dan melindungi diri dari segala musibah maupun cobaan yang datang menghampiri kita setiap saat tanpa kenal siang, tanpa kenal malam, maupun tanpa mengenal situadi dan kondisi. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk membentengi diri dari segala musibah dan cobaan adalah dengan menciptakan kebahagiaan, kebahagaian sederhana yang akan menjadi bermakna jika kita sedang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan sama sekali.
Tidak hanya karena tekanan yang selalu timbul dari segala penjuru, perasaan sayang terhadap diri sendiri juga dapat luntur jika kita terus menyakiti diri sendiri. Dalam hal ini, apa yang disebut “Menyakiti diri sendiri”?. Menyakiti diri di sini dimaksudkan membuat suatu masalah yang sebenarnya dapat kita hindari dan abaikan dari pikiran kita. Contohnya iri hati. Iri hati akan menyakiti diri kita secara tidak langsung. Kita menjadi tidak mengakui diri sendiri, kita tidak sadar bahwa kita bisa dan kita sudah unggul, tetapi dalam bidang yang lain, tidak harus sama dengan yang mereka capai. Contoh lain dari menyakiti diri sendiri adalah dengan memaksakan standar orang lain terhadap diri kita. Di zaman modern ini, khususnya gen-z cenderung menggunakan standar hidup orang lain dalam menjalani kehidupan. Sebagai contoh, seseorang akan menganggap dirinya layak jika dan hanya jika memiliki handphone ber-merk iPhone. Masih banyak hal yang membuat kita sakit, tetapi sebenarnya bisa kita buang. Menyakiti diri sendiri tidak akan ada gunanya untuk kehidupan kita. Maka dari itu, janganlah kita menyakiti diri sendiri, karena menyakiti diri sendiri justru akan menyebabkan diri kita makin terpuruk dan tidak dapat menyayangi diri kita. Menyakiti diri sendiri akan menyebabkan pribadi kita sakit secara mental maupun sakit secara spiritual.
Bagaimana cara menghindari tekanan dan sikap yang cenderung menyakiti diri sendiri? Cara yang dapat ditempuh adalah dengan “love your self”. Seperti kata-kata yang kerap beredar Love your self before you love someone else ‘cintai dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain’. Mencintai diri di sini berarti menerima diri sendiri, menguasai diri dan mengontrol keinginan, dan hormat terhadap diri kita sendiri. Mencintai diri sendiri akan memberikan dorongan dalam menjalani kehidupan dan memberikan kekuatan dalam menapaki langkah demi langkah untaian cerita yang kita tidak tahu ujungnya –yang kita sebut jalan hidup--. Mencintai diri sendiri bukan berarti menjadikan diri kita narsistik, melainkan membangun kepercayaan diri dalam menatap dan menghadapi tantangan kehidupan yang datangnya tak terduga.
Lantas, bagaimana cara mencintai diri sendiri? Berikut saya akan mecantumkan bagaimana mencintai diri menurut versi saya.
1. Bersyukur
Dengan
bersyukur, berarti kita telah menerima apa yang terjadi pada diri kita dan
berterima kasih atas rahmat yang telah diberikan-Nya. Bersyukur juga merupakan salah satu jalan untuk menguatkan mental dan spiritual dalam menghadapi segala tantangan yang merintang.
2. Berdoa
Mencintai
diri sendiri bukan melulu tentang keduniawian, melainkan juga tentang kesehatan
spiritual yaitu hubungan kita dengan Tuhan kita. Tuhanlah yang mengatur segala hal, memberikan tantangan, menguji dan memberikan kekuatan kepada kita sebagai bagian dari ciptaan-Nya.
3. Menikmati hobi
Melakukan
hobi berarti kita membuat pribadi kita senang, senang merupakan bagian dari mencintai
diri sendiri karena telah membawa hal positif dalam perasaan dan mental kita.
4. Maafkan kesalahan diri sendiri
Berdamai
dengan pribadi dan berusaha memaafkan dan meminta maaf terhadap segala
kesalahan yang telah kita perbuat, baik disengaja maupun tidak disengaja. Kesalahan yang terus dipendam dan dipikul lama kelamaan akan menjadi beban yang sudah sangat terlambat untuk ditanggulangi.
5. Berani berkata tidak
Menolak
substansi yang bukan menjadi kewajiban anda dan memberikan waktu untuk diri
anda beristirahat merupakan hal yang penting bagi kecintaan diri. Berkata tidak bukan berarti kita menjadi pribadi yang sombong, melainkan menjadi pribadi yang dapat membedakan mana yang merupakan kewajiban kita dan mana yang bukan kewajiban kita.
6. Percaya pada diri sendiri
Percaya
pada diri sendiri berarti kita yakin pada hasil kerja keras, kemampuan, dan
kekuatan yang ada dalam diri. Kepercayaan diri merupakan kiunci kesuksesan dalam melakukan sesuatu, baik itu sifatnya santai maupun dalam keadaan serius sekalipun. Kita harus tetap percaya pada kemampuan yang ada dalam diri kita, atau bahkan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri tersebut.
7. Tidak memperdulikan omongan orang yang tidak positif
Omongan
yang tidak penting dan bersifat negatif sebaiknya kita abaikan karena tidak
akan membuat satupun perkembangan bagi pribadi kita. Omongan negatif justru merupakan salah satu hal yang merongrong kebahagaiaan dan apresiasi diri kita. Omongan yajng tidak baik ini juga menurunkan kepercayaan diri serta akan berakibat terhadap keseharian kita. Maka dari itu kita harus menjahui omongan yang bersifat tidak baik.
8. Memperluas pergaulan hidup
Mempeluas
pegaulan akan menambah teman dan dapat mengenal berbagai karakter, sehingga kita
tidak merasa diri paling sial atau pun merasa diri sendirian. Mempunyai banyak teman berarti anda dapat membagi cerita dan berkeluh kesah terhadap setiap persoalan dan kesulitan yang kalian alami.
9. Jujur ke diri sendiri
Kecintaan
terhadap diri dilakukan jika kita dapat jujur terhadap diri sendiri, menjadi
diri sendiri, dan tidak membuat-buat agar kita dapat dipandang oleh orang lain.
Jujur terhadap diri berarti anda dapat menerima diri anda sepenuhnya. Penerimaan terhadap diri sendiri berarti sudah mencintai diri sepenuhnya. Sudah terbebas dari yang namanya menstandarkan standar orang lain terhadap diri sendiri.
10. Meluangkan waktu untuk berlibur
Berlibur bukan didefinisikan hanya kegiatan tanpa makna. Selama berlibur, kita juga dapat menambah wawasan yang sebelumnya tidak kita dapatkan di perkuliahan maupun dunia kerja. Berlibur
akan menghasilkan perasaan senang sehingga kita dapat menciptakan kodisi yang
membuat kita terlepas dari segala beban berat yang sebelumnya telah kita gendong
dalam jangka waktu yang panjang. Beban hilang, perasaan juga jadi lega!
11 Belajar mengontrol emosi
rr Emosi yang tidak terkontol merupakan bagian dari menyiksa diri. Kenapa? karena jika kita emosi, kita tidak dapat mengontrol segala hal, kita cenderung menyesal terhadap apa yang kita tealah perbuat sehingga menimbulkan beban yang nantinya tetap membekas dalam lubuk hati yang mendalam. Jadi ada baiknya kita mengontrol emosi kita mulai dari hal sederhana agar tidak terjadi hal-hal di luar keinginan kita dan menyebabkan penyesalan dalam jangka waktu yang tidak singkat.
Sekian bagaimana cara saya memahami dan menghaargai diri sendiri melalui “love your self before you love someone else”. Tidak ada gunanya kita merasa tertekan, tidak ada gunanya kita menyakiti diri sendiri. Mulai saat ini, mari kita cintai diri kita sendiri, hargai diri sendiri lebih dari siapapun, dan jangan lupa melakukan hal-hal yang telah saya sebutkan di atas. Semoga kita dapat tetap menyayangi diri kita sendiri dan terbebas daari mental illness. Sekian dari saya
Om Santih Santih Santih Om
Komentar
Posting Komentar