Mengukir Kisah Menjadi Pemimpin
Saya sedang menjalani masa prapengenalan kehidupan kampus di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik Indonesia yaitu Universitas Brawijaya. Saya berhasil masuk menjadi salah satu mahasiswa baru Universitas Brawijaya melalui jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri atau sering disebut SBMPTN setelah bertubi-tubi dihantam oleh kesimpangsiuran informasi, tipe soal, jadwal pelaksanaan yang disebabkan oleh pandemi yang sedang dihadapi saat ini yaitu penyakit Corona (COVID-19). Kesimpangsiuran informasi, tipe soal, jadwal pelaksanaan yang disebabkan oleh pandemi ini menjadikan saya semakin tanggap dan lebih tangguh dalam menghadapi persoalan, memanajemen waktu, mengontrol emosi, dan menahan diri untuk tidak bepergian selama persiapan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri(SBMPTN) sekaligus menjadikan saya semakin tangguh memimpin diri sendiri sebelum nanti memimpin banyak orang di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
Saya, I Kadek Adi Alix Ariyasa, merupakan anak ke-2 dari dua orang bersaudara. Saya bersama keluarga tinggal di salah satu desa kecil di kecamatan Manggis, kabupaten Karangasem, provinsi Bali dan menjalani kehidupan sederhana kami di sini, tanpa perilaku boros dan terkesan hura-hura. Dari kecil saya sudah diajarkan untuk bersikap sopan, diajarkan cara mengontrol diri, dan diajarkan dasar dasar kepemimpinan. Pembelajaran yang diberikan kedua orang tua dan keluarga besar saya telah membentuk pola pikir saya semenjak saya duduk di bangku sd. Hal ini terlihat saat saya berhasil menjadi juara ketiga dalam lomba mesatua bali (bercerita kisah menggunakan bahasa Bali) tingkat gugus. Kepercayaan diri juga telah membawa saya menjadi pemimpin pasukan lomba gerak jalan (rangkaian lomba tujuh belasan) menyambut HUT RI. Saat itu (saat masih duduk di kelas empat [saya seorang diri dari kelas empat]) saya telah menjadi danton yang memimpin anggota gerak jalan yang terdiri dari kelas lima dan kelas enam. Saya pun terus menjadi danton sampai saya lulus sekolah dasar. Dalam ujian akhir sekolah dan ujian nasional, saya mendapat peringkat satu di sekolah dengan nilai akhir yang hampir sempurna.
Kepemimpinan saya tidak berakhir hanya saat sekolah dasar. Saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, saya langsung mengikuti pelatihan lomba senam, dan berkesempatan mengikuti lomba di Universitas Pendidikan Ganesha yang akhirnya berkesempatan juara dua kali berturut-turut sampai saya lulus dari sekolah menengah pertama. Demi menjadi pemimpin teraik di masa depan, bidang akademik tidak luput dari perhatian saya. Semenjak kelas satu sekolah menengah pertama, saya telah menjadi juara umum satu di SMP N 1 Manggis. Hal itu yang membawa saya dikenal banyak guru dan dapat berkomunikasi dengan guru sampai kepala sekolah tanpa hambatan, bahkan saya pernah diundang ke ruangan kepala sekolah untuk berdiskusi bersama beliau sehingga saya dapat menyerap ilmu kepemimpinan dari mereka yang sudah lama berkecimpung di bidangnya. Saya juga berkesempatan memimpin dengan menjadi pengurus inti osis di sekolah dan mempunyai kesempatan mengikuti sejumlah perlombaan yang mengantarkan saya meenjadi juara satu dalam berbagai event di tingkat kabupaten. Pramuka juga merupakan salah satu jembatan pelatihan kepemimpinan, tidak tanggung-tanggung saya berhasil menjadi dewan penggalang pramuka di sekolah yang kemudian membawa saya mempunyai banyak teman dari berbagai daerah yang kemudian mampu terus memupuk jiwa kepemimpinan saya.
Bangku sekolah menengah atas merupakan masa di mana saya menemukan jati diri dan cita-cita saya. Di tahun pertama saya mengikuti pelatihan baris berbaris untuk mengikuti lomba. Di sana jiwa kepemimpinan saya kembali terbentuk melalui berbagai didikan mental yang kemudian mengantarkan kami menuju juara dua tingkat kabupaten. Tak luput, lomba seni pun saya ikuti yang kemudian berhasil mendapat juara dua busana adat tingkat provinsi. Di tahun kedua jiwa kepemimpinan saya akhirnya diimplementasikan lagi. Saat itu saya menjadi pasukan pengibar bendera merah putih. Saat pelatihan saya ditunjuk menjadi komandan pasukan, “lurah” dalam kelompok pengibar yang memimpin 75 orang pasukan pengibar, mulai dari memimpin latihan, karantina, berdiskusi dengan pelatih, menertibkan pasukan, mendisiplinkan jadwal, dan lain-lain. Waktu itu saya berhasil mengantarkan pasukan saya menuju pengibaran bendera dengan sukses. Saya sendiri menjadi pasukan pembentang bendera di sesi pagi dan menjadi pemimpin pasukan sesi sore. Di masa SMA juga saya menemukan minat saya di jurusan akuntansi yang membawa saya menjuarai banyak lomba. Beberapa kejuaraan kejuaraan yang saya menangkan adalah tinkat provinsi sampai tingkat nasional. Perlombaan itu antara lain Lomba MicroMacro Ekonomi UNUD(juara 1), Olimpiade Kebanksentralan BI(juara 3), Lomba Perkoperasian(juara 1) OLIEFEB UB (10 besar). Salah satu lomba yang berkesan bagi saya yaitu saat OLIEFEB UB 2018, hal itu juga yang menjadikan saya tertarik melanjutkan studi di Universitas Brawijaya.
Sekarang saya telah menjadi bagian dari Universitas Brwijaya, kemudian saya akan terus melanjutkan petualangan saya menjadi calon pemimpin di masa depan. Hal pertama yang saya lakukan adalah mendaftar dan mengikuti seleksi beasiswa kepemimpinan TANOTO yang saya temui lewan akun media sosial UB. Saya yakin dengan mengikuti pelatihan kepemimpinan ini saya dapat melanjutkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan saya sebelum akhirnya memimpin masyarakat maupun memimpin keuangan suatu perusahan besar di masa depan. Sebelumnya cita-cita saya adalah menjadi mahasiswa IPDN agar dapat menjadi pemimpin suatu daerah setelah lulus nanti, tetapi nasib membawa saya ke jalur yang berbeda. Saya yakin semua jalan yang diberikanNya merupakan hal yang terbaik bagi saya. Ditempatkannya pun saya di jalur ini bukan berarti saya tidak dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan. Minat saya menjadi pemimpin tidak tergerus sedikitpun. Saya yakin perusahaan besar pun memerlukan akuntan yang professional untuk memimpin financial mereka dan akutansi juga merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan manajemen perusahaan dalam membuat kebijakan. Saya berharap motivasi ini akan tetap ada dalam diri saya dan saya juga berharap dapat menjadi bagian program beasiswa kepemimpinan teladan Tanoto Foundation.
I Kadek Adi Alix Ariyasa
081236012277
Komentar
Posting Komentar