Langsung ke konten utama

Niti Sastra

 

Niti Sastra

Niti sastra adalah ilmu pengetahuan tentang moralitas yang mengajarkan tentang bagaimana memimpin, mendidik, emmbimbing, dan bertingkah lakusesuai dharma dan keberanaran. Bayak orang juga mengartikan Niti Sastra adalah ilmu kepemimpinan tata negara. Niti Sastra berkaitan dengan Shana Niti, Artha sastra, Raja Dharma, Niti Sastra, dan Raja Niti.

1. Dharma Niti adalah kitab yang mengajarkan tentang pengaturan atau hukum yang mengatur dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Raja Niti adalah kitab yang mengajarkan bagaimana cara memimpin

3. Raja Dharma adalah kitab yang mengajarkan b=kebenaran dan kewajibaneorang pemimpin

4. Artha Sastra adalah kitab yang mengajarkan bagaimana mengatur kesejahteraan dalam kehidupan di suatu wilayaah.

Tujuan ajaran Niti Sastra disebut dengan Dharma Sidhyartha yang memiliki maksud pertimbangan untuk mencapai kebernaran dan kesejahteraan. Ada lima unsur:

1. Iksa adalah pandangan untuk mencapai kesejahteraan

2. Sakti adalah kekuatan atau kemapuan

3. Desa adalah keadaan atau  batasan-batasan

4. Kala adalah waktu

5. Tatwa adalah hakikat kebenaran

Untuk menjadi pemimpin yang pastinya harus memahami dan melaksanakan ajaran Catur Pariksa

1. Sama artinya berusaha berkesinambungan untuk saling percaya

2. Dhana berarti bekerja keras untuk mewujudkan jagadita

3. Bhedha berarti menumbuhkan suasana kritis

4. Dhanda berarti menegakkan keadilan

Radikalisme bukan hanya pandangan yang berbeda, tetap kerap didukung dengan perilaku ekstrim, terot, dan destruktid. DAlam hal ini, pemimpin sebagai kepala dalam suatu wilayang hendak dapat menjadi contoh dan dapat mengembangkan pola kepemimpinan anti radikalisme. Radikalisme muncuk kadang kala diakibatkan gagalnya pemimpin mewujudkan keadilan da  kesejahteraan yang merata. Maka dari itu, pola kepemimpinan untuk mencegah radikalisme adaalh dengan mengetatkan aturan,, meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat dan meningkatkan kesejahteraa. Radikalisme dapat diberantas dengan menanggulangi radikalisme sejal awal kepemimpinan. DAlam hal itu, pemimpin dapat menerapkan beberapa hal berkaitan dengan Niti SAstra.

Dhanda Niti, pemimpin mengatur dalam kehidupan bermasyarakat yang mengatyr tentang hukum yang dapat mencegah berkembangnya akar radikalisme. Raja Niti tentang bagiamana mengajarkan sesorang cara memimpin sehingga dapat mengembangkan cara dan kebijakan yang dapat menghalau radikalisme. Karena radikalisme berhubungan dengan kesejahteraaan, Artha sastra dapat menuntun seseorang pemimpin mengatur kesejahteraan dalam lingkungan yang dipimpinnya.

Radikalisme satu paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara mengatur tindakan yang menentaang aturan dan merusak cara berpikir generasi muda. Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi, cara memberantas radikalisme adalah dengan mengubah persepsi masyarakat, yang dalam hal ini dapat kita kaitkan dengan Tattwa yang membahas mengenai hakikat kebenaran dan iksa yaotu pandangan untuk mencapai sesuatu.

Komentar