Langsung ke konten utama

Sejarah Agama Hindu

 Ringkasan 

 Agama Hindu merupakan agama tertua yang lahir pada zaman Krta Yuga.  Agama Hindu juga telah  melahirkan  kebudayaan seperti dalam bidang astronomi, ilmu pertanian, bidang seni dan masih banyak lagi. Dalam kehidupan saat ini, tujuan umat Hindu adalah untuk “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma “ yang diatur dalam Catur Purusa Artha (Dharma [kebajikan], Artha [materi], Kama [nafsu], Moksa [menyatu dengan Brahman])). Veda  mengajandung makna pengetahuan suci atau kebenaran abadi. Ajaran suci Veda mempunyai kedudukan sebagai kitab suci, ilmu pengetahuan (pengetahuan rohani dan duniawi) , wahyu Tuhan, mantra, sumber hukum Hindu ( Sruti, Smerti, Slia, Acara, Atmanastuti). Veda ditulis menggunakan bahasa Sansekerta yang dikelompokkan menjadi Vedic Sanskrit, Classical Sanskrit, Hybrida Sanskrit. Kitab juga tersedia dengan terjemahan menjadi bahasa Jawa Kuno. Umat Hindu mengenal “Anandi-Ananta” (tidak berawal dan berakhir) yang berarti tidak ada yang lebih awal dari Veda.

Perkembangan Agama Hindu dimulai saat para Maha Rsi menerima wahyu pertama kali di Lembah Sungai Sindhu, India. Setelah menerima wahyu, para Maha Rsi mengajarkan dan menuliskan menjadi kitab Suci Weda yang menjadi pedoman empat fase perkembangan Hindu di India, yaitu jaman weda, brahmana, Upanisad, Jaman budha.

Keempat zaman dapat diuraikan sebagai berikut. Jaman Veda, manusia dibagi menjadi empat golongan, yaitu brahmana, ksatria, waisya, sudra. Mereka menyembah Dewa melalui perwujudan patung. Jaman Brahmana merupakan zaman tersusunnya “Tata Cara Upacara” berdasar wahyu yang diterima rsi. Jaman Upanisad merupakan masa lahirnya ajaran falsafah seperti Itihasa dan Purana yang akhirnya menjadikan pemujaan Tri Murti menjadi umum di masyarakat dan. Jaman Buddha dimulai saat Sidharta menafsirkan Veda dengan sudut logika, yoga, dan samadhi yang sedang dberkembang di masyarakat.

Agama Hindu menyebar hingga ke Indonesia pada abad 4 Masehi yang dimulai dari Kutai. Teori terkenal terkait hal ini yaitu dari Krom (Teori Waisya [melalui pedagang]), Mookerjee (dari pedagang yang membentuk koloni di Indonesia), Moens dan Bosch (teori ksatria). Terdapat bukti prasasti, seperti praasasti Dinoyo, prasasti Dinoyo, dan oleh Maha Rsi Agastya, Agama Hindu membawa pengaruh seperti berakhirnya zaman prasejarah, meningkatnya karya seni, hingga sistem pemerintahan.

Agama Hindu mulai menyebar ke luar Kutai. Pertama, Agama Hindu berkembang ke Jawa barat dan memuja Tri Murti dangan bukti keberadaannya melalui prasasti Ciaruteun, Kebonkopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten, Tugu dan Lebak.. Jawa tengah, bukti yang ada berupa prasasri Canggal, Tuk Mas, Candi Arjuno, Srikandi, Candi Prambanan yang memuat tentang Dewa Tri Murti. Prasasti Donoyo (pelaksanaan upacara oleh Raja Dea Simha), Candi Badut, Candi Kidal, candi Jago, Candi Singosari menandainya Agama Hindu di Jawa Timur dengan Puncak kejayaan saa Kerajaan Majapahit berkuasa. Di Bali, Hindu menjadi mayoritas penduduk dengan bukti prasasti Blanjong, Arca Siwa, berbagai pura yang pada akhirnya berdiri lembaga Hindu baru seperti Suita gama Tirta, Sara Pustaka, dan Surya Kanta. Akhirnya, Agama Hindu memiliki Majelis Agama Hindu yang berubah nama menjadi PHDI dan berhasil melobi pengakuan Nasional untuk hari raya Nyepi sebagai hari libur nasional.

Komentar