FILM THE BIG SHORT
Sinopsis
Film ini menceritakan tentang Dr Michael Burry,merupakan seorang manajer keuangan,yang ditampilan mengenakan kaus santai dan celananya yang pendek, rambut yang tidak rapi, anti sosial yang jarang berkomunikasi dengan staffnya, dan hobi mendengarkan musik. Dia memprediksi kondisi Amerika yang berada di situasi yang akan mengalami krisis berdasarkan analisa dan perhitungan matematika yang dilakukannya. Dari hasil analisis dan hitungannya, Dr Michael Burry mendapatkan satu pernyataan yaitu MBS (Mortgage Backed Securities) merupakan suatu hal yang berbahaya dan telah menjadi bom waktu yang siap meledak kemudian berdampak terhadap perekonomian di US. Pengamatan yang dilakukan di ruang kerja serta hasil riset dilapangan yang dilakukan oleh stafnya menjunjukkan bahwa bank sangat mudah memberikan kredit kepemilikan kepada pemohon walaupun tahu jika kredit tersebut mempunyai potensi besar gagal bayar. Kredit dapat turun akibat dilakukan pengakalan terhadap data pemohon yang berakibat pada ketidaksanggupan membayar cicilan yang akhirnya menyebabkan banyak rumah ditinggal penghuninya.
Dengan perhitungan tepatnya, Michael Burry mendapati peluang untung dalam kasus ini. Dia melakukan terobosan dengan membeli sejenis obligasi kepemilikan atau credit default swap ( CDS) setelah membujuk direksi dari lembaga investasi besar yang mengucurkan banyak dana kredit untuk property. Menurutnya, melakukan swap atau kebalikanya (menjual seluruh saham dalam bidang property) adalah jalan yang diambil saat bisnis property akan bermasalah. Pasar perumahan di US yang menggunakan basis pinjaman subprime dengan risiko tinggi dinilai sangat tidak stabil dan dapat menyebabkan kredit macet. Dia mempunyai ide untuk mendapatkan keuntungan dari situasi yang ada. Michael Burry bertaruh melawan pasar properti/perumahan dengan menciptakan pasar credit default swap (CDS).
Pasar property yang saat itu terlihat sedang dalam kondisi yang sangat baik membuat atasan serta para pemegang saham di perusahaan menertawakan dan mencemoohnya, tetapi Michael Burry mengabaikan itu semua. Prediksi Burry adalah nilai obligasi akan meningkat di saat sector property memburuk (semakin buruk ekonomi maka semakin tinggi nilai obligasi CDSnya), sehingga dia mengambil jalan membeli obligasi CDS. Obligasi yang diambil dengan rating yang tidak bagus yang berkosep seperti asuransi dengan melakukan pembayaran premi setiap bulannya.
Ide gila dari Michael Burry menyebar dengan cepat melalui banker yang menilai hal itu bodoh. Jared Vennet, seorang pialang saham, menyadari konsep yang dibawakan Michael Burry kemudian dia memulai untuk memasarkan oligasi CDS. Seperti halnya Michael Burry, tak banyak yang mempercayai Jared Vennet karena pasar property yang dalam kondisi baik. Konsepan gila itu didengat oleh Mark Baum, bankir yang membenci konsep dari ekonomi pemerintah. Vennet dipanggil olehnya dan disuruh memaparkan konsep obligasi CDS. Dalam paparannya Vennet menyarankan agar semua perusahaan tidak melakukan investasi di bidang property. Celah buruk dari pasar property ditemukan Baum dan stafnya saat melakukan survey langsung ke lapangan. Pasar property dinilai memang sedang tidak baik-baik saja karena sedang “bergandengan mesra” dengan pihak bank.
Selain Baum, Jamie Shipley dan Charlie Galler yang merupakan investor muda yang barusaja gagal mendapatkan izin menemukan selembaran yang berasal dari Vennet yang sedang menjual obligasi CDSnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk berfokus pada pasar obligasi CDS dan meminta bantuan kepada seorang pensiunan banker, Ben Ricky. Proses pembelian mereka berlanjut yang pada akhirnya asumsi yang dianggap bodong oleh semua orang benar, dan pasar property amerika benar-benar runtuh sehingga menyebabkan obligasi bernilai sangat tinggi yang ditunjukkan dialog Mark Baum saat melepas harga jual. Terjadi krisis yang menyebabkan uang pensiun lenyap, obligasi lenyap, tabungan, real estate, 8 juta orang kehilangan pekerjaan, dan 6 juta orang kehilangan rumah. Dan akhirnya fakta membuktikan prediksi Dr Michael Burry benar.
Komentar
Posting Komentar