Pengantar Tri Jnana Sandhi
Tujuan dari Agama Hindu adalah untuk menuntun umatnya mencapai kehidupan sejahtera di dunia dan moksa di kehidupan rohani. Dari kata Tri Jnana Sandhi, dapat kita jabarkan Tri yang berarti tiga, Jnana yang berarti inti hakekat, dan Sandi adalah penyatuan. Tri Jnana Sandhi adalah tiga inti hakekat yang menjadi dasar/rangka ajaran Hindu. Tri Jnana Sandhi dibagi menjadi Tattwa/ diibaratkan sebagai kuning telur, Susila/putih telur, dan Acara/Upacara yang dilambangkan dengan kulit telur. Tatwa dalat dilakukan dengan melakukan Panca Sradha, catur Marga, Tri Pramana. Susila dapat dilakukan dengan melakukan tingkah laku yang sesuai dengan Dharma. Sedangkan Acara/Upacara dilakukan sebagai perwujudan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi.
A. Tattwa/Filsafat
Tat artinya itu dan Twa artinya adalah mengandung. Tatwa terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut.
1. Tri Pramana
Dalam Wrhaspati Tattwa sloka 26 dikatakan terdapat tifa cara mendapat pengetahuan, yaitu Pratyaksa, Anumana, dan Agama.
(a) Agama Pramana
Agama Pramana atau Sabda Pramana yaitu cara mendapatkan pengetahuan dan meyakini sesuatu dengan mempercayai sabda Pustaka Suci, cerita guru, atau orang yang dapat dipercayakejujurannya
(b) Anumana Pramana
Anumana Pramana, Anu berarti menurut, mana berarti ukuran, jadi Anumana Pramana adalah cara untuk mendapatkan pengetahuan mengenai suatu benda/kegiatan dengan perhitungan logis, “Yatra, Yatra Dhumah Tatra, Tatra Wahmih” yang berarti di mana pun ada asat di sana pasti ada api.
(c) Pratyaksa Pramana
Pratyaksa Pramana berarti Prati artinya pengamatan langsung dari panca indria. Pratyaksa Pramana adalah cara memperoleh pengetahuan dengan baik benda dan kejadian melalui pengamatan langsung.
2. Panca Sradha
Panca Sradha adalah lima dasar keyakinan umat Hindu yang dapat dibagi menjadi:
(a) Brahman Sradha
DAlam Brahma Sutra disebutkan “Jan Ma Dhyasya Yatah” yang memiliki arti Hyang Widhi asal mula dari segala yang ada di alam semsta. Agama Hindu mengajarkan Hyang Widhi Wsa satu adanya, tidak ada duanya (hal itu dinyatakan dalam kitab Weda, dalam Tri Sandhya, Kitab Reg Weda, kekawin Sutasoma yang menyatakan Tuhan idak ada duanya dan menyatakan Hindu tidak menganut paham Politeisme, melainkan mengakui dan percaya adanya satu Hyang Widhi. Tuhan dalam Hindu diinsafi 3 aspek utama yaitu Brahman (yang tidak terpikirkan), Paramaatma (berada di mana-mana), dan Bhagavan (berwujud).
(b) Atma Sradha
Atma disebut pula Sang Hyang Urip. Manusia, hewan, dan tumbuhan adalah makhlik jidup yyang terjadi dari unsur badan dan atma. Badan adalah kebendaan yang terbentuk dari lima unsur, yaitu Panca Maha Butha yang memiliki Dasa Indria. Atma yang menghidupkan manusia disebut dengan Jiwatman. Atma yang berasal dari Hyang Widhi mempunyai sifat “Antarjyotih”(bersinar tidak ada yang menyinari, tanpa awal dan akhir, serta sempurna). DAlah Bhagawadgita disebutkan memiliki sifat Achodyhya, adahya, Akledya, Acesyah, Nitya, Sarwagatah, Sthanu, Acala, Sanatana,Adyakarta, Achintya, Awikara.
Kita hiduo bertujuan menghilangkan Awidya dengan melaksanakan Subha Karma karena atma akan lahir kembali membawa “Kama Wasana”.
(c) Karmaphala Tattwa
Perbuatan baik akan menghasilkan kesenangan, Asubha Karma membawa hasil duka. Dilihat dari sudut wakti, karma phala dapa dibagi menjadi:
1. Sancita Karma Phala
Sancita Karma Phala adalah kehidupan terdahulu belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang mentukan kehidupan sekarang
2. Prarabda Karma Phala
Prarabda Karma Phalakehidupan sekarang sudah memetik habis hasil perbuatan sehingga tana sisi
3. Kriyamana Karma Phala
Kriyamana Karma Phala adalah hasil perbuatan yang tidak dapat langsung diterima.
(d) Punarbhawa Tattwa
Punarbhawa Tattwa berarti lahid kembali secara berulang ulang, jangka pembebasannya tergantung perbuatan lampau (atita), yang akan datang (nagata), dan sekarang (wartamana).
Punarbawa Tattwa menimbukan tinfakan yang dilakukan seperti
1. Pitra Yadnya dengan melakukan korban suci terhadap leluhur
2. Pelaksanaan dana punia
3. Menghindari perbuatan buruk
(e) Moksa Tattwa
Menuju moksa berarti kebebasan dari pengaruh duniawi. Moksa diartikan bersatunya Atma dengan Parama Atma di alam Paran Siwa. Alam moksa saat masih hdup disebuat Jiwan Mukti. Moksa merupakan tujuan akhir yang harus dieaih, “Moksartam Jagadhita ya ca Iti Dharma”. Moksa dapat ditembuh melalui empat jalan, yaitu Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga, dan Raja Marga
3. Catur Marga
CAtur Marga, Marga berarti jalan/cara dan CAtur berarti empat. Catur Marga adalah empat jalan untuk menuju ke jalan tuhan. CAtur Marga disebut juga CAtur Yoga. Catur Yga dapat dibagi menjadi
(a) Bhakti Yoga
Bhakti Yoga didasarkan pada cinta kasih yang mendalam kepada Ida Sang Hyang Widhi dan segala ciptaan-Nya. Bhakta akan selalu berusaha menumpul sifat Maitri Karuna Mudita, Upeksa (Catur Paramitha). Pada umumnya ada dua bakti, yaitu Apara Bhakti yang berarti tidak utama, kebaktian dengan berbagai permohonan, dan Para Bhakti yang berarti berbakti kepada Hyang Widhi yang utanma diakukan oleh bhakta yang mempunyai inteligensi dan kesadaran rohanii yang tinggi. Ada beberapa jenis bakti, yang disebut Bhavabhakti yang dapat diabgi sebagai berikut.
a) Santabhava = seperti anak dengan orang tuanya
b) SAkhyabava = seperti sahabat
c) Dasyabhava = sepreti hamba terhadap majikannya
d) Vatsalyabhava = seperti anak sendiri
e) Kantabhava = seperti istri terhadap suami
f) Maduryabhava = se[erti hakta terhadap Tuhannya
Ciri-ciri Bhakti Marga adalah memiliki keinginan berkobar, keinginan untuk bertemu, Tuhan senang bila engkai menolong dan melayanis esama mahasiswa.
Kitab suci telah menetapkan 9 jalan Bhakti, yaitu Shravanam, Kirtanam, Vishnumaranam, Padasevanam, Archanam, Vandanan, Dasyam, Snehan, Atmanivedanam
(b) Karma Marga adalah kerja tanpa pamrih. Bhagawadgita III 8 menegaskan bahwa berbuat lebih baik daripada diam, Bhagawadgita III 5 menegaskan bahwa manusia dibelenggu oleh hukum kerja.
(c) Jnana Marga mempelajari dan mengamalkan ilmu pengetahuan. Dhyana Yoga terdiri dari kebulatan pikiran, pembatasan pada kehidupan sendirim keadaan jiwa yang seimbang. Perlu dilakukan Abhyasa dan Viragga. Pelajaran Jnana Yoga adalah Viveka, Vairagya, dan kebajikan. Saatsampat dapat dibagi menjadi ketenangan/sama, pengekangan/dama, penolakan/iparati, ketabahan/totolsa, keyakinan/sraddha, konsentrasi/samadhana, dan mumuksutva. Tujuh tahap Jnana adalah subhecha, vicaranam tanumanasi, sattwattim asamsakti, turiya, dan padarthabhawana.
(d) Raja Yoga adalah mencapai keepasan/mokksa. Pelaksanaannnya adalah dengan melakukan taba, brata, yofam dan samadhi. Tapa , brata, yoga, semadhi dengan melalukan latihan meditasi, mengendalikan emosi. Raja Yoga dapat dilakukan melalui Astangga Yoga. Yama yang berarti larangan yang harus dilakukan (ahimsa, brahmacari, satya, asteya, aparigraha), Nyama yang berarti pengendalian diri bersifa rohani (sauca, santosa, swadhyaya, tapa, iswara pranidhana), Asana berari sikap duduk yang menyenangkan, teratur, dan disiplin, Pranayama adalah mengatur napas (puraka, kumbaka, recaka), Prathayara dengan mengatur indriya dari ikatan objek, Dharana berarti usaha menyatukan pikiran dengan sasaran yang diinginkan, Dhyana berarti pemusatan pikiran tenang, dan Samadhi berarti penyatuan atma.
B. Susila
Su berarti baik dan sila berarti perilaku. Maka susila adalah tingkah laku manusia yang baik. Hubungan selaras manusia dengan alam berdasarkan Yadnya. Pola hubungan adalah dengan tat twam asi
Bagian dari Susila:
a) Trikaya parisudha adalah tiga jenis perbuatan landasan etika Hindu
b) Panca Yama dan Niyama Brata adalah lima kebaikan dan 5 kburukan yang dilarang
c) Tri mala adalah tifa sigat buruk yang mencari budai manusia
d) Sad ripu adalah enam musuh dalam diri
e) Catur asrama adalah empat tingkat kehiudupan manusia
f) Catur purusa artha adalah empat dasar tujuan hidup manusia
g) Catur warna adalah empat pembagian hidu berdasarkan bakat
h) CAtur Guru adalah kepribadian yang harus dihormati
(a) Dasa Dharma
SAuca adalah murni roh dan jasmani, Indriyanigraha adalah pengekangan nafsu, hrih adalah tahu malu, widya adalah bijaksana, satya adalah jujur dan setia, akroda adalah sabar, drti adalah murni dalam batin, ksama adalah mengampuni, dama adalah kuat mengendalikan pikiran, dan asteya adalah tidak curang
(b) Dasa paramertha adalah sepuluh ajaran keseharianyang dipakai untuk menuntun tingkah laku. Dasa paramertha terdiri dari tapa adalah pengendalian diri, bratha adalah pengekangan hawa nafsu, semadhi adalah koonsentrasi pikiran kepada Tuhan, santa adalah selaluu tenang dan jujur, sanmata adalah bercita-cita terhadao kebaikan, karuna adalah cinta kasih terhdap sesame makhluk hidup, karuni adalah belas kasih terhadap tumbuhanm barangm dan sebagainya, upeksa adalah membedakan yang baik benar dan salah, muditha adalah selalu menyenangkan hai orang lain, dan maƮtre adalah suka mencari persahabatan
(c) Dasa Yama brata adalah sepuluh macam pnegnendalian diri. Terdiri dari anresangsya adalah tidak mementingkandiri sendiri, ksama adalah suka mengampuni, satya adalah setia terhadap ucapan, dama adalah menasehai diri sendirim arjawa adalah jujur dan mempertahankan kebenaran, proti adalah cinta kasih, prasada adalah berpikir tanpa pamrih, madurya adalah ramah tamah, dan madhawa adalah rendah hati.
(d) Daya nyama brata adalah sepuluh pengendalian diri yang utama. Terdiri dari dhana adalah berdarma tanpa pamrin, Ijya adalah pemujaan terhadap-Nya, tapa adalah melatih diri tahan emodi, shyana adalah tekun memusatkan pikiran, upasthanighaha dalah mengendaliakan nafsu, brathan adalah taat jani, upawasa adalah berpuasa, mona dalah membatasi perkataan, snana adalah tekun penyucuan diri
(e) Sad ripu adalah enam musuh dalam diri manusia yang terdiri dari kama adalah hawa nafsi, loba adalah serakah, kroda adalh kemarrahan,, mada adalah mabuk, moha adalah bingung, dan matsarya adalah iri hati.
(f) Sad atatayi adalah enam kejahatan yag dilarang. Terdiri dari agnida adlah membakar, wisada meracuni orang,, atharwa ilmu hitam, sastraghna adalah mengamuk, dratikerama memperkosa, rajapisuna adah memfitnah
(g) Sapta timira adalah utujuh kegelapan. Terdiri dari surupa adalah karena ketampanan, guna karena kepandaian, dhana karena harga, kulina karena keturunan, yohana karena usia muda, sura karena minum berlebihanm dan kasuran karena keberanian
(h) Catur warna adalah empat pilihan yang cocok sesuai dengan prodfesi. Terdiri dari brahmana, ksatria, waisya, dan sudra.
(i) Catur asrama adalah empat jenjang kehidupan. Terdiri dari brahmacari adalah bergerak di dalam kehidupan menuntut ilmu (sukla brahmacari=tidak kawin selama hidup, sewala brahmacari=kawin hanya sekali, tresna brahmacari= diperbolehkan sekkali atau banyak asalkan diseetujui istri), grahasta asrama adalah membina rumah tangga, wanaprasta adalah mengasikngkan diri menuju ke hutan, dan biksuka/sanyasi adalah mengabdikan diri kepada Tuhan
(j) CAtur Purusa Artha adalah empat tujuan hidup. Terdiri dari Dharma (darma kriya adalah mencari kedamaian ntuk keluarga, darma santosa untuk mencari kedamaian dalam diri, darma jati untuk menjamin kesejahteraan umum, dan darma putus untuk melakukan kewajiban demi keadilan sosial), artha adalah beryadnya dan sosial, kama adalah nafsu yang memberikan kepuasan, dan moksa adalah ketenangan dan kebahagiaan spiritual abadi.
C. Acara adalah tradisi yang bersumber dari Weda. Upacara adalah cara pelaksanaan Agama Hindu
1. Panca yadnya adalah yadnya yang bberdasarkan keiklasan, cinta kasih, dan berdasarkan kewajiban.
(a) Dewa yadnya ditujukan kepada Sang Pencipta dalam manifestasi Tri Murti
(b) Rsi Yadnya ditujukan pada para rsim pandita, guru, dll
(c) Pitra yadnya ditujukan kepada para leluhur untuk menyucukan roh
(d) Manusa Yadnya ditujukan memelihara hidup dan mencapai kesempurnaan
(e) Bhuta yadnya ditujukan bhuta kala agar tidak mengganggu
2. Nitya Yadnya adalah yadnya yang dilakukan tiap hari. Naimitika Yadnya adalah yadnya yang dilakukan pada saat pelaksanaan hari tertentu
3. Panca Maha Yadnya adalah dasar pneunjang pelaksanaan Panca yadnya
(a) Drewya yadnya adlaah memberikan barang demi kesejahteraan masyarakat
(b) Tapa yadnya adalah korban suci dengan jalan bertapa
(c) Swadhyaya yadnya adlah korban suci dengan menggunakan sarana diri sendiri
(d) Yoga Yadnya adalah menghubungkan diri lewat penyatuan cipta, rasa, dan karya terhadap Sang Hyang Widhi
(e) Jnana yoga adalah korban suci yang menyeluruh berisikan dasar pengetahuan
Komentar
Posting Komentar