Upakara dan Upacara Yadnya
Pengertuan Upakara terdiri dari Upa yang artinya dekat atau mendekat dan Kara artinya perbuatan. Jadi, Upakara adalah saranan bhakti untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi. Yadnya adalah karya suci tanpa pamrih berdasarkan Dharma. Scara terminollogi “Yadnya Ngaraning Manghanakan Homa”, “Yadnya Ngaraning Angihotradi Kapujan Sanghyang Siwagni Pinakadinya” Tujuan Yadnya adalah untuk menjabarkan ajraran Weda, menyeberangkan Atma mencapa Moksa, sarana menya,paikan permohonan kepada Hyang Widhi, sarana menciptakan keseimbangan dan suasana kesucian, sarana pendidikan yang bersifat praktis
Landasan Yadnya
1. Iksa adalah tujjuan yang ingin dicapai melalui yadnya harus jelas
2. Sakti adalah haus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki
3. Desa adalah menyesuaikan dengan tempat dilaksanakan
4. Kala adalah keadaan wilayang/masyarakat
5. Tattwa adalah dengan merujuk pada ketentuan sastra agama (Sruti, Smrti, Nibandha).
Standar mutu yang ditetapkan ada 8:
1. Sradha dengan penuh keyakinan
2. Sastra dengan petunjuk sastra
3. Gita dengan lagu pujaan
4. Mantra dengan adanya doa
5. Lascarya dengan melakukan dengn sadar
6.Daksina dengan penghormatan kepada Sang Sandhaka
7. Annasena dengan menjamu tamu
8. Nasmita dengan tidak adanya unsur pamer
Tujuan upacara
1. Melenyapkan pengaruh yang kruang baik
2. Pembinaan moral sehingga mengembangkan sifat welas asih dan lainnya
3. Untuk mengembangkan kepribadian dari Avidya menuju ksatrajna
4. Mengembangkan spiritual sehingga Arma terbebas dari belenggu samsara
Fungsi Upakara
1. sebagai linggi dan erwujudan Hyang Widhi
2. Sarana cetusan Angayu Bagia
3. Sarana permohonan
4. Sarana pesucian lahir batin
Tri Hita Karana adalah tiga penyebab keharmonisan
1. Parhyangan adlah hubungan harmonis manusia dengan Brahman, untuk itu dicetuskan Catur marga:
a. Karma Marga merupakan ajaran untuk berbuat demi kepentingan orang banyak dengan dilandasi rasa tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Hal yang dapat dilakukan adaalh dengan membantu dan membangun tmpat ibadah
b. Bhakti Marga merupakan ajaran untuk ikhlas mengabdi untuk Hyang Widhi Wasa, bangsa, negara, dan masyarakat
c. Jnana Marga adlah ajaran yang mendorong pemikiran untuk disumbangkan secara sukarela untuk masyarakat, bangsa, dan negara
d. Raja Yoga Marga adlah ajaran untuk menghubungkan diri dengan Tuhan melalui sembahyang, tapa, brata, dan semadi.
2. Pawongan adalah hubungan harmonis antar umat manusia dengan Sima Krama Dharma Shanti/silaturahmi
3. Palemahan adalah hubungan harm0nis antar umat manusia dengan alam lingkungannya yang menmengajatkan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam. Untuk melakukannya dialkukan dengan pengamalan makna Tumpek Uduh, tumpek Kandang
Penerapatn Tri Hita Karana dalam kehidupan umat Hindu
1. Hubungan manusia dengan Tuhan diwujudkan dengan Dewa Yadnya
2. Hunungan manusia dengan alam lingungannya dengan Bhyta Yadnya
3. Hubungan manusia dengansesama diwujudkan dengan pitra yadnya, Rsi Yadnya, Manusa Yadnya
Penerapan Tri Hita Karana di bali
1. Parayangan
a. Tiingkat daerah dengan berupa Kayangan Jagat
b. Tingkat desa berupa Kahyangan Ddessa/Kahyangan tiga
c. tingkat keluarga meliputi pamerajan atau sanggah
2. Pawongan
a. Tingkat daerah berupa umat Hidnu di Bali
b. Desa meliputi karma desa adat
c. tinggkat keluarga meliuti anggota keluarga
3. Palemahan
a. tingkat daerah Provinsi Bali
b. Tingkat desa adat meliputi “asengken” bale agung
c. Tingkat keluarga meliputi pekarangan rumah
Nilai budaya dengan menerapkan Tri Hita Karana secara mantap, kreatif, dan dinamis akan terwujud kehidupan harmonis yang meliputi pembangunan manusia seutuhnya yang astiti bakti terhadap Sang Hyang Widhi Wasa, cinta kepada kelestarian lingkungan dan damai dengan sesama.
Komentar
Posting Komentar