Langsung ke konten utama

Manajemen Diri dan Manajemen Konflik

 Di era modern seperti saat ini saat dunia serba cepat dan semua berjalan begitu saja tanpa adanya penangguhan akan tiap tindakan salah yang dilakukan, kita sebagai manusia seharusnya sudah mempunyai pengendalian terhadap diri sendiri dan konflik yang akan atau sedang kita hadapi saat ini atau pun di mana depan.  Manajemen diri sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan dalam rangka pengaturan pikiran, perilaku, dan emosi oleh seseoraang dalam berbagai situasi berbeda yang ditujukan untuk memotivasi diri, dapat juga digunakan untuk mengendalikan impuls maupun stress yang sedang dialami seseorang. Manajemen diri ini dapat dicirikan dengan adanya manajemen stress, disiplin diri, motivasi diri, penetapan tujuan, maupun kemampuan dalam organisasional yang bertujuan untuk mengekspresikan diri secara tepat dalam mengatasi masalah dan menetapkan tujuan.

Manajemen diri yang notabene kemampuan mengontrol pikiran, perilaku, dan emosi seseorang tentu tidak lepas denga yang dinamakan konflik. Konflik antar orang atau pun orang dengan sekelompok orang tidak dapat dihindari bagaimana pun caranya. Maka dari itu, konflik dapat dimanfaatkan menjadi hal yang produktif jika dengan pengelolaan yang baik. Salah satu cara mengelola konflik adalah dengan pendekatan manajemen konflik.Manajemen konflik dapat diartikan cara yang dilakukan oleh pemimpin (jika dalam organisasi) atau pun seseorang pribadi pada saat menghadapi suatu konflik. Selaon itu, dalam menaksir konflik juga merupakan bagian dari manajemen konflik. Tujuan dari manajemen konflik ini adalah agar mencapai kinerja yang dapat menghasilkan keooptimalan dengan memelihara konflik tersebut agar tetap fungsional dan meminimalkan akibar konflik yang dating dengan membawa kerugian. Manajemen konflok dapat digunakan dalam menggapai tujuan yang sedang diperjuangkan dan dapat menjaga bubungan antar pihak yang sedang melibatkan diri dalam konflik agar tetap terpantau baik.

Kembali ke pembahasan kita di awal mengenai manajemen konflik dan manajemen diri, dalam hal ini manajemen konflik dapat saling mengisi dengan manajemen konflik. Manajemen konflik dengan menekankan pada bagaimana individu tersebut dalam menghadapi konflik dengan adanya manajemen diri yang mengatur bagaimana kemamouan pikiran, perilaku, dan emosi yang nantinya pasti akan dapat memengaruhi respon kita dalam menghadapi konflik, entah kita akan maju dan melawan, mundur dan diam, atau diam dan memperhatikan.

Sebagai mahasiswa yang kita tahu harus mandiri dari segala aspek, baik dari akademik, maupun manajemen kehidupan keseharian, maka mahasiswa harus mampu mengimplementasikan manajemen diri dan manajemen konflik mulai dari kegiatan di kampus maupun kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan keorganisasian. Sebagai contoh dari manajemen diri bagi mahasiswa adalah Ketika kita dihadapkan pada kondisi tugas yang menumpuk dengan kegiatan lain yang juga semakin hari semakin banyak berdatangan. Sebagai yang kita tahu, manajemen diri termasuk dalam mengontrol emosi oleh seseoraang dalam berbagai situasi berbeda yang ditujukan untuk memotivasi diri, maka motivasi yang dihasilkan di sini dapat sangat berguna dalam menghadapi situasi hectic tersebut agar nantinya dapat menahan emosi dan mengatur pikiran tetap tenang dan terjaga.Manajemen konflik pun tak luput dari diri kita sebagai mahasiswa yang dinamis. Sebagai contoh, jika seorang mahasiswa mengikuti organisasi, maka tidak mungkin dia tidak menemukan konflik dalam keorganisasiannnya, seperti misalkan perbedaan pendapat yang membawa perasaan pribadi ke dalamnya. Seperti yang tadi telah dijelaskan terkait manajemen konflik agar mencapai kinerja yang dapat menghasilkan keooptimalan dengan memelihara konflik tersebut agar tetap fungsional dan meminimalkan akibar konflik yang dating, maka manajemen konflik jika telah dikuasai oleh mahasiswa tersebut kemudian otomatis konflik atau perdebatan yang ada dalam forum tidak akan sampai berdampak pada perasaan kekerabatan mereka.

Penjelasan mengenai manajemen konflik dan manajemen diri yang telah dijelaskan di atas memberikan kita gambaran dan bayangan betapa besarnya dampak dari manajemen jika kita berhasil mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian, khususnya kita sebagai mahasiswa.

 

Daftar Pustaka

 

Jauhara, S. (2019, April 19). Apa yang Dimaksud dengan Manajemen Diri? Diambil kembali dari Kompasiana.com: Apa yang Dimaksud dengan Manajemen Diri?

Rahmadani, H., Arlizon, R., & Saam, Z. (2017). Self-Management Relationship With Student Learning Achievements Semester Iv Guidance Counseling. Jom Fkip Unri, 1–9.

 

Komentar